Ad Code

Responsive Advertisement

Modul Isu-Isu Lingkungan Untuk Kelas 9

 

isu-isu lingkungan -- www.dawiah.com

----Isu Lingkungan----

Salah satu topik utama pada materi pelajaran IPA untuk kelas 9 semester genap dalam kurikulum merdeka adalah Isu-Isu Lingkungan.


Pemahaman Sains

Dalam domain CP untuk pemahaman sains terdapat 6 indikator untuk empat kali pertemuan, yaitu:

  1. Peserta didik mampu memahami konsep isu-isu lingkungan
  2. Peserta didik mengetahui pentingnya menjaga lingkungan
  3. Peserta didik mampu membedakan ciri-ciri lingkungan yang tercemar
  4. Peserta didik mengetahui jenis-jenis pencemaran berdasarkan tempat pencemarannya.
  5. Peserta didik mampu menganalisis kasus isu-isu lingkungan yang terjadi
  6. Peserta didik dapat menyimpulkan hasil analisis kasus isu-isu lingkungan yang terjadi
  7. Peserta didik memahami dampak negatif akibat lingkungan yang tercemar
  8. Peserta didik mengetahui upaya yang dilakukan untuk menjaga lingkungan dengan baik

Guru boleh mengatur materi apa saja yang akan diajarkan dan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.


Keterampilan Proses

Untuk keterampilan proses, guru bisa menyediakan beberapa pertanyaan, pernyataan maupun perintah yang akan didiskusikan maupun dijawab oleh peserta didik dengan arahan dan bantuan dari guru, seperti beberapa pertanyaan berikut ini.

  1. Menyebutkan pemahaman terkait isu-isu lingkungan yang terjadi
  2. Mennyebutkan upaya apa yang telah dibuat demi menjaga lingkungan dengan baik.
  3. Menganalisis perbedaan lingkungan yang tercemar dan yang tidak tercemar 
  4. Menyajikan hasil analisis karakteristik perbedaan lingkungan tercemar dan tidak tercemar
  5. Melakukan analisis kasus isu-isu lingkungan.
  6. Membuat rangkuman terkait kasus isu-isu lingkungan
  7. Menyajikan hasil analisis  di depan kelasnya
  8. Membuat rangkaian gagasan dalam bentuk infografis tentang isu-isu lingkungan dan upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut.
  9. Menyajikan gagasan terkait upaya untuk mengatasi permasalahan lingkungan

Dalam proses pembelajaran, ada baiknya semua rencana yang telah disusun sedapat mungkin dilaksanakan agar tujuan pembelajaran yang direncanakan tercapai.

Berikut ini materi tentang isu-isu lingkungan yang bisa diadaptasi dalam proses pembelajaran dengan melengkapinya dengan Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD).


Tentang Isu-Isu Lingkungan

Jika diperhatikan pemberitaan di berbagai media, isu yang paling sering diangkat adalah isu politik dan ekonomi. Sepertinya masyarakat dan pemerintah memandang isu ini sebagai isu yang sangat menarik sehingga isu-isu lingkungan terkesan diabaikan.

Padahal isu lingkungan berkaitan erat dengan keberlanjutan hidup manusia di muka bumi ini. Setidaknya ada tujuh isu-isu atau permasalan lingkungan yang harus segera diatasi, yaitu:

Perubahan Iklim

Perubahan iklim global adalah salah satu masalah paling mendesak di dunia saat ini. Meningkatnya suhu global, perubahan pola cuaca, naiknya permukaan air laut, dan rusaknya ekosistem adalah beberapa dampaknya. Masalah ini memerlukan tindakan terkoordinasi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan menerapkan langkah-langkah adaptasi. 

Hilangnya Keanekaragaman Hayati 

Perusakan habitat, penggundulan hutan, perburuan ilegal, dan perubahan penggunaan lahan telah menyebabkan kerugian serius terhadap keanekaragaman hayati. Hal ini berdampak pada ekosistem dan dapat mengancam kelangsungan hidup spesies tertentu. 

Pencemaran Lingkungan 

Pencemaran udara, air, dan tanah merupakan masalah utama di banyak tempat. Pencemaran ini dapat berdampak negatif terhadap kesehatan manusia, kehidupan perairan dan darat, serta kelestarian lingkungan secara keseluruhan. Masalah ini mempengaruhi hampir semua negara. Termasuk Indonesia pada umumnya dan Kalimantan Barat pada khususnya. 

Polusi udara seringkali disebabkan oleh pembakaran lahan dan hutan yang luas. Pencemaran air seringkali disebabkan oleh fakta bahwa masih banyak aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) yang tersebar luas di Indonesia.

Krisis air 

Krisis air sedang terjadi di banyak wilayah di dunia. Menurunnya akses terhadap air bersih, polusi air dan perubahan iklim menyebabkan kekurangan air yang mengancam kelangsungan hidup manusia, pertanian dan ekosistem. Di Indonesia, krisis air bersih terutama terjadi di pedesaan. Banyak dari mereka yang masih bergantung pada air hujan. 

Deforestasi 

Deforestasi yang berkelanjutan menyebabkan hilangnya habitat, degradasi lahan, dan hilangnya jasa lingkungan penting. Hal ini juga meningkatkan emisi gas rumah kaca dan mengurangi kemampuan alam untuk menangkap karbon. 

Pemanfaatan Sumber Daya Berkelanjutan 

Pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan adalah kunci untuk memastikan kelestarian ekonomi dan lingkungan. Isu-isu seperti penggunaan energi terbarukan, pengelolaan limbah, dan pertanian berkelanjutan penting dalam konteks ini. 

Polusi plastik 

Meningkatnya penggunaan plastik sekali pakai dan berkurangnya sampah plastik telah menyebabkan masalah pencemaran lingkungan yang serius, terutama di lautan. Hal ini berdampak pada kehidupan laut, organisme laut, dan keseimbangan ekosistem. 

Penting untuk diingat bahwa ini hanyalah beberapa masalah lingkungan yang penting saat ini. Permasalahan lingkungan lainnya, seperti polusi suara, perubahan lahan dan efisiensi energi, juga memerlukan perhatian dan sumber daya untuk meningkatkan kelestarian lingkungan.


Menggugat Kesadaran Lingkungan


Sekalipun isu-isu lingkungan saat ini mulai menjadi sorotan utama dalam agenda global, tetapi kesadaran kolektif masyarakat masih perlu ditingkatkan dalam hal kesadaran terhadap lingkungan.

Pemanasan global telah menjadi salah satu isu lingkungan paling mendesak dan kompleks yang dihadapi umat manusia saat ini. Fenomena ini disebabkan oleh peningkatan konsentrasi gas rumah kaca dalam atmosfer bumi, yang menyebabkan suhu rata-rata global meningkat secara signifikan. Dampak pemanasan global dapat dirasakan di seluruh dunia, dari pola cuaca yang ekstrem hingga perubahan ekosistem yang serius.

Salah satu dampak paling jelas dari pemanasan global adalah 

  • Perubahan iklim yang ekstrem. 
  • Penyimpangan suhu yang ekstrem
  • Kekeringan yang parah
  • Banjir yang meluas, dan 
  • Badai yang lebih kuat 

Kesemuanya merupakan gejala yang semakin umum terjadi akibat perubahan iklim ini. Negara-negara di seluruh dunia dihadapkan pada tantangan untuk mengadaptasi infrastruktur mereka agar dapat menangani dampak-dampak ini secara efektif.

Selain itu, pemanasan global juga berdampak besar pada keanekaragaman hayati. Perubahan suhu yang cepat dapat mengganggu ekosistem alami, menyebabkan kepunahan spesies yang signifikan. Organisme hidup, termasuk manusia, akan menghadapi tekanan besar dalam menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan yang cepat ini.

Upaya untuk mengatasi pemanasan global memerlukan tindakan segera dari semua pihak. 

Negara-negara perlu bekerja sama untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dengan mengadopsi kebijakan energi bersih dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Industri juga perlu berperan aktif dalam mengurangi jejak karbon mereka dan berinvestasi dalam teknologi ramah lingkungan.

Namun, masyarakat juga memiliki peran penting dalam menghadapi pemanasan global, seperti 

  • Mengubah perilaku konsumen
  • Mengurangi penggunaan energi fosil 
  • Memilih transportasi yang ramah lingkungan

Ketiga hal tersebut dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam mengurangi emisi gas rumah kaca. Selain itu, mendukung dan berpartisipasi dalam upaya-upaya pelestarian lingkungan juga dapat membantu memperlambat laju pemanasan global.

Meskipun tantangan pemanasan global ini sangat besar, ada juga ruang untuk harapan. Dengan tindakan yang tepat dan kolaborasi global yang kuat, kita dapat memperlambat laju pemanasan global dan mengurangi dampak buruknya pada planet kita. 

Memperjuangkan masa depan yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab kita, tetapi juga merupakan investasi dalam keberlangsungan hidup manusia dan semua makhluk hidup di Bumi.

Untuk lebih jelasnya, langkah-langkah berikut ini dapat diambil demi mencegah terjadinya kerusakan lingkungan.

Mengurangi Penggunaan Bahan Bakar Fosil

Mengurangi penggunaan bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam dapat mengurangi emisi gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global. Mengadopsi energi terbarukan seperti matahari, angin, dan hidroelektrik dapat menjadi alternatif yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Konservasi Sumber Daya

Mengurangi konsumsi sumber daya alam seperti air, kayu, dan tanah secara berlebihan dapat membantu mencegah kerusakan lingkungan. Melakukan praktik konservasi seperti daur ulang, penghematan air, dan penggunaan produk ramah lingkungan dapat membantu melindungi sumber daya alam.

Pelestarian Habitat

Melindungi dan memperluas habitat alami untuk keanekaragaman hayati adalah langkah penting dalam mencegah kepunahan spesies dan mempertahankan ekosistem yang seimbang. Upaya pelestarian seperti pembentukan taman nasional, kawasan lindung, dan koridor hijau dapat membantu melestarikan habitat alami flora dan fauna.

Mengurangi Limbah

Mengurangi produksi limbah dan memperlakukan limbah secara bertanggung jawab adalah langkah penting dalam mencegah pencemaran lingkungan. Praktik daur ulang, pengelolaan limbah yang efisien, dan penggunaan produk yang ramah lingkungan dapat membantu mengurangi dampak negatif limbah terhadap lingkungan.

Mengedukasi Masyarakat

Memberikan pendidikan dan kesadaran kepada masyarakat tentang pentingnya lingkungan dan praktik-praktik ramah lingkungan dapat membantu mengubah perilaku konsumen dan memperkuat dukungan untuk perlindungan lingkungan. Kampanye penyuluhan, program pendidikan lingkungan, dan inisiatif masyarakat dapat berperan dalam meningkatkan kesadaran lingkungan.

Mendorong Kebijakan Lingkungan

Mendukung dan mendorong penerapan kebijakan lingkungan yang progresif oleh pemerintah dan lembaga internasional dapat membantu mengatur dan membatasi aktivitas yang merusak lingkungan. Kebijakan seperti pengenaan pajak karbon, subsidi energi terbarukan, dan perlindungan hukum terhadap habitat alami dapat memberikan insentif bagi praktik-praktik yang lebih berkelanjutan.

Kolaborasi Global

Kerjasama antarnegara, lembaga internasional, dan sektor swasta dalam mengatasi isu lingkungan sangat penting. Melalui kerjasama global, penelitian bersama, pertukaran teknologi, dan dukungan finansial, kita dapat menghadapi tantangan lingkungan secara lebih efektif dan berkelanjutan.


Penutup

Sebagai penutup, mari mengambil langkah-langkah ini secara bersama-sama agar kita berkontribusi dalam mencegah terjadinya kerusakan lingkungan dan menjaga keberlanjutan planet ini untuk generasi yang akan datang.


Modul untuk Materi Isu-Isu Lingkungan karya mahasiswa PPL SMPN 7 Makassar atas nama Dian Ramadani dapat didownload di sini.


Makassar, 1 Maret 2024


Dawiah

Posting Komentar

0 Komentar

Ad Code

Responsive Advertisement